Mobil Bunyi Saat Lewat Polisi Tidur? Kenali 7 Penyebab yang Perlu Dicek

mobil-bunyi-saat-lewat-polisi-tidur

Bagikan

Mobil bunyi saat lewat polisi tidur sering dianggap sepele karena suara hanya muncul sesaat ketika suspensi menerima beban. Padahal, bunyi gluduk, kletek, dug, atau decit dapat menjadi tanda adanya komponen kaki-kaki yang mulai aus, longgar, atau mengalami kerusakan.

Penyebabnya juga tidak bisa ditentukan hanya dari jenis bunyinya saja, karena komponen yang berbeda dapat menimbulkan gejala serupa. Karena itu, penting memperhatikan lokasi suara, dan kapan bunyi muncul sebelum mengganti komponen.

Agar lebih mudah mengenali sumber masalahnya, mari pahami berbagai penyebab mobil bunyi saat melewati polisi tidur dan komponen yang mungkin menjadi sumber suara.

Kenapa Mobil Bunyi Saat Melewati Polisi Tidur?

Polisi tidur membuat sistem suspensi bekerja lebih aktif dan bergerak untuk mengikuti perubahan permukaan jalan. Ketika roda naik, suspensi mengalami kompresi, kemudian kembali memanjang saat roda turun atau memasuki fase rebound.

Jika terdapat komponen yang sudah aus, longgar, kendor, atau rusak, pergerakan suspensi tersebut dapat membuat celah antarkomponen menghasilkan suara. Inilah salah satu alasan munculnya bunyi pada mobil saat melewati polisi tidur, jalan berlubang atau permukaan yang bergelombang. 

Jadi, waktu munculnya bunyi, lokasi suara, dan pergerakan roda perlu diperhatikan sebelum menentukan penyebabnya.

Baca Juga: Fungsi Link Stabilizer pada Mobil untuk Menjaga Stabilitas dan Kenyamanan Berkendara

7 Penyebab Mobil Bunyi Saat Lewat Polisi Tidur

Bunyi yang muncul saat mobil melewati polisi tidur bisa berasal dari beberapa komponen kaki-kaki. Berikut bagian yang perlu kamu cek untuk mengetahui penyebabnya. 

1. Link Stabilizer Aus atau Longgar

Link stabilizer merupakan salah satu komponen yang menghubungkan stabilizer bar dengan bagian suspensi. Komponen ini membantu menjaga kestabilan kendaraan ketika roda mengalami pergerakan yang tidak sama, termasuk saat melintasi permukaan tidak rata.

Jika ball joint pada link stabilizer mulai aus, kelonggaran dapat muncul dan menghasilkan bunyi ketukan seperti tok-tok atau kletek. Gejalanya sering lebih terasa ketika mobil melewati polisi tidur secara diagonal, karena roda kiri dan kanan mungkin saja tidak bergerak pada ketinggian yang sama.

2. Bushing Arm Aus atau Retak

Bushing merupakan bagian berbahan karet yang membantu menyerap getaran sekaligus menjadi perantara antara komponen logam pada suspensi. Seiring pemakaian dan pengaruh kondisi jalan, karet dapat getas, retak, sobek, atau keras karena kehilangan elastisitasnya.

Ketika kondisinya sudah menurun, pergerakan arm menjadi kurang terkontrol dan dapat menimbulkan bunyi gluduk atau berdecit.

3. Ball Joint Mulai Aus

Ball joint memungkinkan roda mengikuti pergerakan suspensi sekaligus mendukung gerakan sistem kemudi. Jika bagian ball joint mulai aus, dapat muncul free play atau kelonggaran yang menyebabkan bunyi ketika roda bergerak naik dan turun.

Selain mengeluarkan bunyi, gejala lain yang perlu diperhatikan adalah setir terasa kurang presisi, roda memiliki kelonggaran, atau ban mobil mengalami keausan tidak merata. Jika beberapa gejala muncul bersamaan, lakukan pengecekan kaki-kaki di bengkel terpercaya.

4. Shock Absorber Lemah atau Bocor

Shock absorber atau shockbreaker berfungsi sebagai peredam getaran yang mengontrol gerakan suspensi mobil. Jika daya redamnya menurun, mobil dapat terasa lebih memantul atau mengayun setelah melewati polisi tidur, sementara rembesan oli pada shock juga bisa menjadi tanda yang perlu diperiksa.

Namun, jangan langsung menyimpulkan shock sebagai penyebab setiap bunyi. Karet support, mounting, bushing, dan komponen suspensi lain juga dapat menimbulkan gejala serupa sehingga perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.

5. Karet Support Shock Rusak

Karet support atau shock mounting menjadi bagian yang menghubungkan dudukan shock dengan bodi atau sasis. Komponen berbahan karet ini membantu menopang shock sekaligus meredam getaran dari pergerakan suspensi.

Jika karet support sudah tipis, getas, atau rusak, dapat muncul celah pada dudukannya dan menimbulkan bunyi “dug” ketika roda menerima guncangan. 

Kondisi ini juga bisa terjadi meskipun shock absorber masih bekerja dengan baik, sehingga bagian support perlu ikut dicek jika bunyi tetap muncul.

6. Tie Rod atau Rod Kemudi Mulai Aus

Tie rod dan komponen rod kemudi berperan dalam meneruskan gerakan sistem kemudi ke roda. Ketika bagian joint mengalami keausan, kelonggaran dapat membuat muncul bunyi ketukan ketika roda bergerak atau saat setir dibelokkan.

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah setir terasa oblak, arah kendaraan kurang stabil, atau kemudi terasa tidak presisi. Jangan langsung mengganti tie rod hanya berdasarkan bunyi; pastikan titik kelonggaran memang ditemukan saat pengecekan.

7. Lower Arm atau Komponen Suspensi Mengalami Kerusakan

Lower arm menjadi salah satu penghubung antara roda dan struktur suspensi kendaraan. Benturan keras akibat polisi tidur, lubang, atau kondisi jalan yang buruk dapat memberikan beban tambahan pada bagian ini.

Namun, kerusakan pada lower arm perlu dibedakan dari masalah pada bushing, ball joint, atau mounting yang terhubung dengannya. Bagian yang perlu diperhatikan justru bushing, ball joint, atau mounting yang terhubung dengannya. 

Jika terdapat bunyi, posisi roda berubah, atau ban aus tidak merata, pemeriksaan lebih lanjut perlu untuk dilakukan.

Bunyi Saat Roda Naik dan Turun Melewati Polisi Tidur, Apa Bedanya?

Selain jenis bunyi, perhatikan kapan bunyi tersebut muncul karena polanya dapat membantu mengarahkan pengecekan komponen. Berikut beberapa kondisi yang bisa menjadi petunjuk:

  • Bunyi saat roda mulai naik: periksa shock absorber, karet support, bushing, atau komponen suspensi yang menerima tekanan.
  • Bunyi saat roda mulai turun: perhatikan ball joint, tie rod, atau link stabilizer yang mungkin mengalami kelonggaran.
  • Bunyi saat melintasi polisi tidur secara diagonal: cek link stabilizer dan komponen yang mengatur pergerakan roda kiri dan kanan.

Baca Juga: Atasi Bunyi Gluduk pada Kaki-Kaki Mobil: Penyebab dan Solusi

Kapan Mobil Bunyi Harus Segera Dicek?

Bunyi yang baru muncul sekali belum tentu menandakan kerusakan berat. Namun, jika bunyi semakin sering, keras, atau disertai perubahan handling, sebaiknya segera dilakukan pengecekan. Berikut beberapa gejala yang menaandakan part harus dicek:

  • Mobil terasa limbung atau kurang stabil saat berkendara.
  • Setir atau roda terasa bergetar dan kurang presisi.
  • Ban mobil aus tidak merata atau roda terasa memiliki kelonggaran.
  • Bunyi semakin sering ketika melewati jalan bergelombang.
  • Terlihat komponen rusak atau bengkok pada bagian kaki-kaki.

Cara Mencegah Kaki-Kaki Mobil Cepat Rusak

Kondisi jalan dan kebiasaan berkendara dapat memengaruhi ketahanan komponen kaki-kaki. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membantu mencegah kerusakan lebih cepat:

  • Kurangi kecepatan sebelum melewati polisi tidur agar guncangan yang diterima suspensi tidak terlalu besar.
  • Hindari mengerem keras tepat saat roda mulai menaiki polisi tidur agar beban pada suspensi tidak bertambah secara tiba-tiba.
  • Hindari menghantam jalan berlubang atau bergelombang dengan kecepatan tinggi karena dapat mempercepat keausan komponen.
  • Jangan membawa beban berlebihan karena bobot tambahan membuat suspensi dan kaki-kaki bekerja lebih berat.
  • Lakukan pengecekan kaki-kaki secara berkala, terutama jika mulai terdengar bunyi atau terasa perubahan pada handling.
  • Jangan abaikan bunyi baru meskipun masih terdengar kecil agar masalah dapat diketahui lebih awal.
  • Periksa tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan untuk membantu menjaga kestabilan kendaraan dan mencegah keausan yang tidak merata.
  • Ganti komponen yang sudah aus setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kondisinya memang perlu diperbaiki atau diganti.

Perlukah Bongkar Kaki-Kaki untuk Menemukan Sumber Bunyi?

Tidak selalu. Pengecekan sebaiknya dimulai dengan diagnosis, bukan langsung mengganti atau membongkar semua komponen.

Teknisi dapat melakukan test drive untuk memastikan munculnya bunyi, menentukan apakah sumbernya berada di bagian depan atau belakang, lalu memeriksa kondisi visual, kelonggaran joint, bushing, shock, dan karet support.

Jika sumber masalah sudah ditemukan, barulah komponen yang rusak diperbaiki atau diganti. Cara ini membantu menghindari penggantian komponen yang sebenarnya masih dalam kondisi baik.

Komponen Kaki-Kaki Rusak? Pilih Sparepart yang Sesuai

Jika hasil pengecekan menunjukkan ada komponen yang memang perlu diganti, pilih sparepart berdasarkan tipe kendaraan, tahun produksi, posisi komponen, dan kode aplikasinya. Jangan hanya mempertimbangkan harga karena kesesuaian komponen juga menentukan hasil penggantian.

Mitra Abadi Autoparts menyediakan berbagai replacement part dari LKS Autoparts untuk kebutuhan suspension dan steering, termasuk link stabilizer, ball joint, shock absorber, suspension arm, tie rod end, dan rack end.

Pastikan komponen yang dipilih sesuai dengan aplikasi kendaraan agar pemasangan dan fungsinya tetap optimal.

Mobil Bunyi Saat Lewat Polisi Tidur? Cek Kaki-Kaki dan Pilih LKS Autoparts

Jangan anggap sepele bunyi gluduk, kletek, atau ketukan yang terus muncul ketika mobil melewati polisi tidur. Lakukan pengecekan di bengkel terpercaya untuk memastikan apakah masalah berasal dari shock absorber, stabilizer link, ball joint, suspension arm, tie rod, rack end, atau komponen kaki-kaki lainnya.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan komponen memang sudah perlu diganti, Mitra Abadi Autoparts sebagai distributor sparepart mobil menyediakan berbagai pilihan replacement part LKS Autoparts untuk kebutuhan sistem suspensi dan steering berbagai merek kendaraan.

LKS Autoparts menghadirkan jaminan sparepart setara OEM berkualitas, standar world class, dan kualitas terbaik di kelasnya. Pastikan produk yang dipilih sesuai dengan merek, model, tahun, dan aplikasi kendaraan agar penggantian komponen tepat dan pemasangannya sesuai.