Long Tie Rod Mitsubishi Xpander: Ciri Rusak, Fungsi, dan Kapan Harus Ganti

long-tie-rod-xpander

Bagikan

Long tie rod Mitsubishi Xpander merupakan bagian dari sistem kemudi yang menghubungkan steering rack dengan tie rod end. Komponen yang juga disebut rack end ini meneruskan gerakan setir ke roda agar arah kendaraan tetap responsif dan stabil saat dikemudikan.

Pemakaian terus-menerus dapat membuat long tie rod mengalami keausan dan menimbulkan gejala seperti setir longgar, bunyi pada kaki-kaki, atau ban aus tidak merata. Gejala tersebut belum tentu menandakan long tie rod rusak karena beberapa komponen steering lain dapat menimbulkan tanda yang serupa. 

Untuk mengetahui ciri long tie rod Xpander mulai rusak, mari simak pembahasannya di bawah ini. 

6 Ciri Long Tie Rod Xpander Mulai Rusak

Long tie rod mobil yang mulai aus dapat memengaruhi respons sistem kemudi dan kondisi roda depan. Beberapa gejala berikut dapat menjadi petunjuk awal, tetapi pemeriksaan langsung tetap diperlukan untuk memastikan sumber masalahnya.

1. Setir Xpander Terasa Longgar atau Tidak Stabil

Setir yang terasa longgar dapat menunjukkan adanya free play pada sistem kemudi sehingga pengemudi perlu lebih sering mengoreksi arah kendaraan. Respons roda juga terasa kurang presisi dan gejalanya dapat semakin jelas pada kecepatan tertentu.

Kondisi ini tidak bisa langsung disimpulkan sebagai kerusakan long tie rod karena tie rod end, steering rack, ball joint, tekanan ban, dan alignment juga perlu diperiksa. Pemeriksaan menyeluruh membantu memastikan sumber kelonggaran sebelum komponen diganti.

2. Muncul Bunyi Gluduk atau Ketukan dari Kaki-Kaki

Bunyi gluduk atau ketukan dapat muncul saat Xpander melewati jalan rusak, polisi tidur, berbelok, atau mengalami benturan pada roda. Joint long tie rod yang aus dapat memiliki kelonggaran sehingga menimbulkan bunyi dari area kaki-kaki.

Gejala serupa juga dapat berasal dari tie rod end, stabilizer link, ball joint, atau bushing arm. Karena itu, bunyi hanya menjadi petunjuk area yang perlu diperiksa, bukan diagnosis akhir kerusakan long tie rod.

3. Setir Bergetar Saat Mobil Melaju

Long tie rod yang aus dapat membuat roda tidak terkontrol sepresisi kondisi normal sehingga getaran dari roda terasa sampai ke setir. Kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan dan menjadi tanda bahwa sistem steering perlu diperiksa.

Pemeriksaan sebaiknya diawali dari balancing, ban, velg, dan hub bearing karena komponen tersebut juga dapat menyebabkan getaran. Jika getaran disertai setir oblak dan bunyi kaki-kaki, pemeriksaan sistem steering menjadi semakin penting.

4. Ban Xpander Aus Tidak Merata

Long tie rod berhubungan dengan posisi roda, termasuk pengaturan toe pada alignment. Jika terdapat free play, posisi roda lebih sulit dipertahankan sehingga bagian dalam atau luar ban dapat mengalami keausan lebih cepat.

Ban aus tidak merata juga dapat disebabkan tekanan ban, tie rod end, ball joint, bushing, atau shock absorber. Spooring tidak dapat memperbaiki long tie rod yang sudah oblak sehingga komponen yang rusak perlu diperbaiki terlebih dahulu.

5. Roda Depan Terasa Memiliki Free Play

Free play pada roda depan dapat ditemukan saat mekanik melakukan pemeriksaan sistem kemudi. Pemeriksaan tersebut perlu menentukan apakah kelonggaran berasal dari long tie rod atau rack end, tie rod end, steering rack, hub bearing, maupun ball joint.

Penentuan sumber free play penting agar komponen yang diganti benar-benar sesuai dengan kerusakan. Pemeriksaan bagian bawah kendaraan sebaiknya dilakukan oleh teknisi dengan alat penyangga yang aman, bukan dengan membongkar komponen sendiri tanpa perlengkapan yang tepat.

6. Karet Boot Rack End Rusak

Boot pada steering rack berfungsi melindungi bagian long tie rod dari debu, air, dan kotoran yang dapat masuk ke area joint. Jika boot robek, kontaminasi dapat masuk dan pelumasan terganggu sehingga keausan joint berpotensi berlangsung lebih cepat.

Pemeriksaan kondisi boot dapat membantu menemukan masalah sejak awal sebelum kelonggaran menjadi semakin berat. Jika joint sudah aus, penggantian komponen perlu dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan teknisi.

Baca Juga: Apa Itu Long Tie Rod Mobil? Kenali Fungsi, Tanda Kerusakan, dan Cara Perawatannya

Apa Penyebab Long Tie Rod Xpander Cepat Rusak?

Ada beberapa faktor yang dapat membuat long tie rod Xpander lebih cepat mengalami keausan. Kondisi jalan, penggunaan kendaraan, hingga kondisi komponen steering lain dapat memengaruhi masa pakainya.

Adapun penyebabnya sebagai berikut:

  • Sering melewati jalan berlubang.
  • Roda sering mengalami benturan keras.
  • Melewati polisi tidur dengan kecepatan tinggi.
  • Mobilitas kendaraan yang tinggi.
  • Boot pelindung long tie rod rusak.
  • Air dan kotoran masuk ke area joint.
  • Usia dan kilometer kendaraan.
  • Adanya free play pada komponen steering lain.
  • Pemasangan sparepart yang tidak sesuai.
  • Penggunaan sparepart dengan kualitas yang kurang sesuai.

Apa Dampaknya Jika Long Tie Rod Rusak Dibiarkan?

Long tie rod yang mengalami keausan dapat memengaruhi presisi sistem kemudi dan posisi roda. Jika kelonggaran terus bertambah, beberapa bagian lain juga berpotensi ikut terdampak sehingga pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.

1. Setir Semakin Tidak Presisi

Free play pada long tie rod dapat bertambah seiring keausan sehingga respons roda terhadap gerakan setir menjadi kurang presisi. Kondisi ini membuat pengemudi perlu melakukan koreksi arah lebih sering saat kendaraan melaju.

2. Ban Lebih Cepat Aus

Kelonggaran pada long tie rod dapat membuat posisi toe atau alignment roda lebih sulit dipertahankan. Kondisi tersebut dapat mempercepat keausan ban dan berpotensi menambah biaya karena ban harus diganti lebih cepat.

3. Komponen Steering Lain Ikut Terbebani

Long tie rod yang bermasalah dapat memengaruhi kerja sistem steering secara keseluruhan. Tie rod end, steering rack, dan ball joint juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada komponen lain yang mengalami keausan atau kelonggaran.

4. Stabilitas dan Keselamatan Berkendara Bisa Terganggu

Kelonggaran yang sudah berlebihan dapat membuat kemampuan mengontrol arah kendaraan menurun. Jika setir sudah terasa sangat oblak, pemeriksaan sistem steering sebaiknya segera dilakukan untuk memastikan kendaraan tetap aman dikendalikan.

Baca Juga: Fungsi Tie Rod Mobil dan Tanda Kerusakannya pada Sistem Kemudi

Kapan Long Tie Rod Mitsubishi Xpander Harus Diganti?

Penggantian long tie rod perlu dipertimbangkan jika hasil pemeriksaan menunjukkan joint memiliki free play berlebihan atau bunyi yang sudah dipastikan berasal dari rack end. Setir yang tidak stabil akibat kelonggaran dan alignment yang sulit dipertahankan juga dapat menjadi alasan untuk mengganti komponen.

Boot yang rusak perlu mendapat perhatian lebih jika joint sudah mengalami keausan. Penggantian sebaiknya dilakukan setelah teknisi memastikan long tie rod sudah tidak layak digunakan agar komponen yang diganti benar-benar sesuai dengan sumber masalah.

Rekomendasi Long Tie Rod Xpander dari LKS Autoparts

Mitra Abadi Autoparts menyediakan Rack End atau Long Tie Rod LKS untuk Mitsubishi Xpander 2017 yang tersedia melalui LKS Autoparts. Produk ini merupakan aftermarket replacement part yang diproduksi oleh manufaktur bersertifikasi IATF 16949:2016 dan tersedia dalam 1 set rack end sesuai informasi produk LKS.

Jika Xpander mulai menunjukkan setir kurang stabil, bunyi pada kaki-kaki, atau ban aus tidak merata, lakukan pemeriksaan sistem steering terlebih dahulu. 

Selain itu terdapat pula komponen pendukung lain seperti Tie Rod End LKS atau Stabilizer Link LKS yang dapat dicocokkan berdasarkan hasil diagnosis.

Cari Long Tie Rod Mitsubishi Xpander? Pilih LKS Autoparts

Long tie rod atau rack end memiliki peran penting dalam menjaga respons sistem kemudi Mitsubishi Xpander tetap presisi. Jika komponen sudah mengalami free play, jangan menunggu sampai setir semakin longgar atau keausan ban bertambah.

LKS Autoparts hadir dengan komitmen menyediakan sparepart mobil berkualitas untuk berbagai kebutuhan kendaraan, dengan jaminan sparepart setara OEM berkualitas, world-class, dan kualitas terbaik di kelasnya.